Penyebaran virus korona membuat banyak sektor bisnis terganggu.Mulai dari sektor Pariwisata seperti dari penurunan okupansi hotel dan sepinya destinasi kepariwisataan.Bahkan setelah pemerintah mengeluarkan anjuran physical distancing ,pusat pusat perbelanjaan dan pengusaha Restorant menjadi sepih.
Bila kondisi ini berlanjut,maka menilik riset KPMG akan terjadi penyusutan lapangan kerja,ada potensi pemutusan hubungan kerja dan akan berujung pada konsumsi turun dan goncangan besar perekonomian.
Pemerintah memang sudah menggelontorkan sejumlah rangsangan menghadapi korona.Ada 2 macam paket kebijakan fiskal yg diinisiasi melslui paket jilid satu sebesar Rp.10,3.trliun dan paket jilid Dua senilai Rp.22,9 triliun.
Yang harus diantisipasi pemerintahan jokowi kedepanya bahwa permintaan tidak akan langsung pulih walaupun virus corona dapat diredam/ dikendalikan.Pebisnis tidak akan dengan mudah menjual barang sebab pasar tidak serta merta siap.Langkah yg lebih kontruktip bagi pemerintah adalah menyusun stimulus bagi percepatan pemulihan ekonomi.
Terkait kebijakan stimulus pemerintah harus berani mengelontorkan stimulus tidak setengah setengah.Bandingkan dengan Amerika stimulus pemerintah sebesar US$ 2 triliun kemudian Singapore sebesar US$.4,02 miliar.
Betul saja, sekarang ini pemerintah sedang fokus untuk menanggulangi penyebaran virus yang mematikan ini.Pemerintah memang sedang mempertimbangkan kebijakan yang lebih tegas untuk membatasi pandemi virus.Tujuannya bila semakin cepat pengedalian,maka akan semakin menekan ongkos pemulihan.